Detail Cantuman Kembali

XML

ekstraksi dan karakterisasi hasil ekstrak tulang hiu (Prionace glauca)


Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik hasil ekstrak air tulang hiu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, data yang diperoleh dari hasil pengujian berupa tabel dan grafik yang dilakukan interpretasi data dengan membandingkan standart yang telah ditetapkan oleh Badan Pengawas Obat Dan Makanan Republik Indonesia (BPOM) Nomor 12 Tahun 2014 tentang Persyaratan Mutu Obat Tradisional. Hasil uji FTIR menunjukan gugus fungsi yang identik dengan glukosamin dan khondroitin strandart yaitu Hasil uji FTIR menunjukan gugus fungsi yang identik dengan glukosamin dan khondroitin strandart yaitu bilangan gelombang 3200-3300 cm-1 menunjukan gugus fungsi O-H, 2890-2900 cm-1 menunjukan gugus fungsi C-H, dan 1600-1659 cm-1 menunjukan gugus fungsi C ══ C. Hasil uji SEM menunjukan permukaan mikrostuktur hasil ekstrak tulang hiu yang telah ditambah dengan absorber tampak lebih halus dan padat, hal ini menunjukan bahwa dengan penambahan absorber meningkatkan kestabilan. Hasil uji XRD menunjukan puncak kristal yang identik dengan glukosamin dan khondroitin standar yaitu pada posisi 2Ø, antara 20° - 30°. Hasil uji DSC menunjukan hasil ekstrak memiliki puncak titik lebur yang identik dengan bahan pembanding glukosamin dan khondroitin standar yaitu pada suhu 170°C dan 210°C.
625.18.14 Mit e
NONE
Text
Indonesia
Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah
2018
Surabaya
x, 63 p. : ill. ; 29 cm.
Skripsi
LOADING LIST...
LOADING LIST...